


Di pelabuhan saya dan rombongan sekapal bergabung dengan rombongan lain dipecah lagi dalam dua bis untuk mengantar kami ke hotel di Hanoi. Cukup lama juga menunggu jemputan yang datang, sebagian turis mengisi waktu sambil nongkrong dan minum bir, sebagian lagi asik ngobrol, ada yang main badminton. Eh ada yang ribut sama tukang semir sepatu, gara2 si tukang semir minta lebih dari biaya yang disepakati, karena katanya selain nyemir dia juga perbaiki sepatu dengan lemnya, padahal nggak disuruh. Ah, memang banyak banget yang reseh di Hanoi ini ya, tapi sepertinya hanya berlaku bagi mereka yang berkulit putih. Saya sendiri yang rada2 mirip mereka sama sekali nggak digubris!
Perjalanan ke Hanoi mobil saya penuh sesak, kasihan si guide nggak dapet tempat duduk, dia nempel diantara barang2, sekenanya. Sesusai makan siang, saya sarankan agar barang ditumpuk aja di depan pintu mobil, jadi dia bisa duduk, ternyata dia girang. Mungkin pikirnya ia ya...kok gue bego banget. Selamatlah dia dari dua jam yang melelahkan, karena bisa duduk normal.
Makan siang di restoran cukup enak dan banyak, ada ikan kukusnya enak banget, gue kenyang banget, lumayan buat modal di Hanoi he...he...he...he. Setibanya di Hanoi satu persatu turis dianter, memang nggak persis di depan hotelnya, cuma lumayanlah jalan sedikit yang penting nggak ngeluarin ongkos lagi. Bye...eh laporan hanoi belon tuntas lho masih ada cerita lain yang asyikkk punya, ikutin terus ya.
1 komentar:
Dear Is,
Kalau kita bandingkan dgn Guilin gimana?
Posting Komentar